Senin, 01 Oktober 2007

Diameter bulan?

Wah, susah juga ya kalau di suruh ngitung jari-jari bulan. Kayaknya meteran di toko nga ada yang panjangnya 3000 km deh. Untungnya yang kali ini hanya disuruh kira-kira ajah.

Setelah berdiskusi kelompok dengan Fabio, Ray, Adrian, dan Probo, akhirnya kami sepakat untuk menggunakan cara anak smp, yaitu tentang kesebangunan segitiga.

Idenya adalah ngitung lebar bulan waktu lagi purnama pakai jari tangan yang jaraknya 50 cm dari mata. Nah dengan perbandingan jarak tangan ke mata, jarak bulan yang sebenarnya, sama lebar bulan di ujung jari, kita bisa ngitung perkiraan lebar diameternya.

Untungnya hari rabu minggu lalu pas banget bulan purnama, jadi langsung aja deh bergaya bak ilmuan terkenal Napoleon Bonaparte di jaman mesir yang lagi nebak-nebak lebar diameter bulan.

Pertama-tama kita asumsikan jarak bulan ke bumi itu kurang lebih 300.000 km.

Jari jari bulan = (jarak bulan ke bumi/jarak jari ke mata kita) * lebar bulan pake jari
= 300.000.000 m / 0.5 m * 0.004 m = 2400 km

Begitulah, akhirnya kelompok kami memperkirakan jari-jari bulan =2400 km

Pendekatan Penyelesaian Masalah

Kelopak mata sudah terasa sangat berat. Namun tugas kontek sudah menunggu untuk dibuat. Akhirnya penuh perjuangan ku berangkat ke warnet, menyelesaikan beban yang sudah lama terkaret...

Hmm.. kata buku sih pendekatan penyelesaian masalah ada 5 tahapan, yaitu:
  • Identifikasi Masalah. Tahapan dimana ditetapkan inti permasalahan yang akan diselesaikan.
  • Sintesis. Tahapan dimana permasalahan awal dipecah menjadi faktor masalah yang lebih spesifik.
  • Analisis. Tahapan dimana masalah di rubah ke bentuk atau model matematika yang sesuai.
  • Aplikasi. Tahapan di mana pemasalahan yang telah berbentuk model matematika diselesaikan untuk mendapatkan solusi yang tepat.
  • Komprehensi. Tahapan dimana berbagai masalah yang spesifik tadi kembali disatukan menjadi kesatuan yang padu

Senin, 24 September 2007

Hasketul - Hak atAS KEkayaan IntelekTUaL

Satu hal enaknya posting blog pagi-pagi tuh bayar warnetnya murah, secara dari jam 12 malem sampe jam 7 pagi harganya didiskon 40%. Lumayan kan buat kantong anak kos...

Hasketul, walaupun banyak orang yang lebih suka pakai kata Haki, adalah hak eksklusif yang dimiliki seseorang atas karya hasil ciptaannya. Pengakuan hak ini mulai didengungkan oleh Thomas L. Friedman, melalui tulisannya di sebuah buku bernama "The World is Flat". Buku ini mengisahkan tentang era globalisasi. Menurutnya, globalisasli bukan baru berlangsung akhir-akhir ini, namun telah terjadi sejak abad penjajahan. Berdasarkan waktu terjadinya, ia membagi globalisasi menjadi:
  • Globalisasi Versi 1.0, yaitu globalisasi sebelum tahun 1800 yang dilakukan oleh negara-negara penjajah. Mereka melakukan perantauan ke berbagai pelosok dunia, melewati berbagai batas benua untuk mencari kekayaan, mendapatkan kejayaan, serta menyebarkan agama. Salah satu contohnya adalah Belanda tercinta, yang dengan sangat baik hati sekali telah menjajah dan mengambil kekayaan alam Indonesia selama 3.5 abad.
  • Globalisasi versi 2.0, yaitu globalisasi antara tahun 1800-2000 yang dilakukan oleh perusahaan multi-nasional. Perusahaan multinasional adalah perusahaan besar yang beroperasi di lebih dari 1 negara. Perusahaan-perusahaan raksasa ini masuk dan berkembang di berbagai negara serta memiliki kekuatan dan pengaruh yang sangat besar. Sebut saja coca-cola, siapa sih yang ngak tau produknya?
  • Globalisasi versi 3.0, yaitu globalisasi setelah tahun 2000 yang dilakukan oleh individu-individu. Bagaimana bisa? Seseorang dengan ide atau gagasan yang brilian serta dapat merealisasikanya kini telah terbukti dapat mencetak sejarah. Bill Gates, pendiri perusahaan microsoft, adalah salah satunya. Dengan kemampuan intelektualnya, ia menciptakan OS windows yang mengubah sejarah perkomputeran dunia. Hasilnya? Selama 14 tahun sudah ia dinobatkan menjadi orang terkaya di dunia, walaupun kini gelar tersebut telah berpindah tangan ke seorang pemilik perusahaan telekomunikasi raksasa asal meksiko.

Nah karena begitu pentingnya, maka kemudian muncullah perlindungan atas kekayaan Intelektual ini.

Hasketul dibagi menjadi 2, yaitu

  • Pertama, Hak karya cipta, yaitu hak atas hasil karya cipta yang melekat pada diri orang yang membuatnya.
  • Kedua, Hak Kekayaan Industri, yang meliputi paten, merk dagang, hak design industri, hak design tat letak sirkuit terpadi, varietas tanaman, dan rahasia dagang.

Keduanya dilindungi oleh undang-undang, dan bagi barang siapa yang melanggarnya dengan sejuta macam cara dan usaha, seharusnya, akan mendikenakan sangsi yang berlaku. Namun karena tingginya tingkat pelanggaran, yang salah satunya adalah pembajakan berbagai film dan lagu, sepertinya sangat sulit terutama di Indonesia untuk menegakkannya. Oleh karena itu, saya rasa salah satu tujuan diadakannya kuliah umum bersama kemarin adalah agar kita, generasi penerus bangsa, tidak melakukan aksi-aksi pelanggaran hasketul di masa mendatang.

Senin, 17 September 2007

Polisi "lagi" Tidur

Wew, tugas is coming.. Yang kali ini masalahnya bikin polisi-polisi tidur. Bukan pake obat tidur, tapi bikin tuh gundukan-gundukan di tengah jalan.

Jadi ceritanya begini. Di depan sebuah institut yang sangat terkemuka di tengah kota kembang, terdapat sepotong jalan yang bernama jalan Ganesa. Jalan ini lumayan besar, panjang dan mulus tanpa sebuah polisi tidur. Pada saat siang tentu jalan ini banyak dilalui oleh kendaraan-kendaraan dari kedua arah, tetapi pada saat malam hari tidak begitu keadaannya. Mungkin situasi inilah yang membuat anak-anak motor atau mobil suka sekali untuk ngebut-ngebutan di jalan tersebut di kala malam.

Nah, warga di sekitar jalan tersebut tidak menyukai aksi para anak muda tersebut karena selain membuat kebisingan, mereka juga membahayakan para mahasiswa dari universitas ternama tadi yang tentunya sering lalu-lalang.

Berdasar dari hal tersebut ketua RW mengadakan rapat untuk menentukan perlu tidaknya dipasasng polisi tidur di jalan tersebut untuk menanggulangi aksi kebut-kebutan anak muda. Di akhir acara, keputusan final untuk rapat tersebut tiba-tiba diserahkan pada kami berlima, kelompok muda RW yang kebetulan merupakan mahasiswa teknik dari institut tersebut.

Menurut prinsip Teori moral dari buku Concept Engineering, terdapat 3 prinsip penentuan sebuah keputusan moral yaitu:

  • Keegoismean pribadi.
    Saya sebagai pribadi tentunya mempunyai perasaan egois. Karena saya adalah salah satu mahasiswa yang menggunakan motor sebagai sarana trasportasi untuk pergi ke kampus, tentunya dalam hati saya menolak usul dipasangnya polisi tidur tersebut karena mengganggu kenyamanan dalam berkendara. Belum lagi kalau polisi tidur yang akan dibuat runcing dan tinggi.

  • Utilitarianisme
    Namun dalam penentuan keputusan kita tidak boleh hanya mementingkan keinginan pribadi. Apalagi sebagai mahasiswa teknik, kami harus dapat mengambil keputusan berdasarkan riset terpadu dan tersistematika, oleh karena itu kami mencoba menggunakan prinsip utilitarianisme, yaitu prinsip baik buruk bagi target sasaran.
    Rumusnya:
    Hapiness objective function = Σ (benefit)(importance) – Σ (harm)(importance)
    Nah, dari hasil riset, hasil kami adalah sebagai berikut:
    HOF = + (Kecelakaan dapat dihindari)( kepentingan=10)
    + (Kebut-kebutan berkurang)( kepentingan=6)
    + (Ketenangan meningkat)( kepentingan=5)
    - (Pengeluaran biaya pembuatan dan perawatan)( kepentingan=8)
    - (Mengurangi kenyamanan bagi pengguna jalan)( kepentingan=6)
    - (Membuat macet di kala siang)(kepentingan=9
    - (Sedikit merusak mobil)(kepentingan=5)
    = (50)(9) + (30)(6) + (20)(5) – (15)(8) – (20)(6) – ( 50)(9) – (15)(5)
    = + 1.5 ==> baik untuk dilaksanakan

  • Analisis hak
    Setelah mendapatkan hasil tersebut, saya pun harus mengalah dan tidak mementingkan egoisme saya sendiri. Kemudian kami menindaklanjuti hasil tersebut dengan melakukan analisis hak. Pertanyaannya adalah apakah kami berhak untuk membuat polisi tidur di jalan tersebut?
    Dari sisi pengguna jalan, mereka mempunyai hak untuk menggunakan jalan dengan nyaman. Di sisi lain, warga juga mempunyai hak untuk memiliki lingkungan yang aman dan tentram. Lalu bagaimana? Setelah memperdebatkannya kami setuju bahwa jalan tengah dari kedua permasalahan tersebut adalah dengan tetap memasang polisi tidur, namun dengan desain yang nyaman bagi para pengguna jalan. Dengan begitu kedua masalah terpecahkan, yaitu para pengendara tetap merasa nyaman, dan para pengebut jalanan tidak dapat melajukan kendaraannya cepat-cepat.


Atas solusi tersebut, kami berlima pun mendapat sambutan yang baik dan diajak untuk masuk ke dalam dewan pertimbangan RW. Hahaha.. senangnya satu masalah lagi terselesaikan, walaupun masalah lainnya sudah baris mengantri untuk dipecahkan.

Senin, 03 September 2007

Pendahuluan

Dewasa ini, kita tidak bisa lepas dari teknologi. Dari bangun tidur hingga akan tidur lagi, kita akan selalu bersinggungan dengan buah hasil teknologi. Tak usah berpikir jauh-jauh dahulu untuk menemukan hal-hal yang berbasis teknologi, karena barang sederhana seperti lampu, dinding, dan kipas angin pun tercipta dari penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berumur lebuh dari ratusan tahun. Nga kebayang kan seperti apa hidup kita tanpa adanya teknologi?

Terus, apa ya teknologi itu? Menurut aku sih, teknologi itu buah atau hasil dari penerapan disiplin ilmu yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Pokoknya semuanya yang bikin hidup kita gampang, enak, ama nyaman de.

Nah, teknologi itu sendiri nga tercipta dengan sendirinya. Seperti yang udah di bilang di atas, umur disiplin-disiplin ilmu yang menghasilkan teknologi itu udah berumur ratusan tahun. Bahkan yang namanya keilmuan Teknik Sipil tuh udah mulai dikembangin sejak 3000 tahun sebelum masehi. Kebayang nga tuh tuanya? Tapi nga semua disiplin ilmu itu udah ada sejak tahun baheulah lho, karena banyak juga ilmu yang baru lahir, seperti contohnya biomedikal yang merupakan gabungan ilmu kimia, kedokteran dan kelistrikan. Ilmu baru muncul sekitar tahun 1970an. Perkembangan ilmu seperti itu terjadi karena yang namanya teknologi tuh sangat dinamis dan merupakan sesuatu yang kumulatif. Artinya bahwa suatu hal yang baru diciptakan berdasarkan hal-hal lama yang telah ditemukan sebelumnya. Sebagai contoh, dulu ada orang yang nemuin internet. Sekarang ada yang bukun webcam lewat internet. Mungkin besok-besok ada yang bisa ciptain kirim paket barang lewat internet.

Pengaruh Teknologi bagi Seni dan Budaya

Banyak sekali pengaruh teknologi dalam kehidupan kita. Akhur-akhir ini, teknologi juga mempengaruhi masyarakat dalam berpikir dan berkreasi. Berbagai indikasinya adalah banyak hasil seni dan karya cipta yang sangat kental dipengaruhi oleh teknologi.

Sebutlah beberapa film seperti Armageddon, Terminator, dan film animasi Treasure Planet. Ketiga film tersebut mengambil latar yang menggambarkan kemajuan teknologi. Pesawat luar angkasa yang canggih, manusia cyborg dari masa depan, dan kapal-kapal luar angkasa pencari harta karun adalah interpretasi dari kemungkinan kemajuan teknologi di masa mendatang yang dituangkan oleh sang pembuat jalan cerita. Dalam lagu seperti I'm living on a jetplane-yang merupakan soundtrack Armageddon, Am I Robot, dan lagu-lagu techno serta cerita Martix, Jurasic Park, dan Lost in teleporter juga memperlihatkan bagaimana teknologi telah masuk di kehidupan karya seni dan kreasi.
Film Armageddon

Hasil Teknologi

Emang si banyak banget hasil dari teknologi yang enggak bakal cukup buat ditulis di sini ampe ujung kulon sekalipun, tapi aku pengen bahas satu aja barang canggih yang deket bangat sama kita, yaitu telepon. Enggak usa yang ampe bisa di genggam de, abis itu mah udah teknologi super duper tinggi. Kita bahas telepon normal aja, yang masih pake kabel tembaga, oke?

Jadi sejarah telepon tuh begini. Udah di tulis di mana-mana bahwa yang menciptakan pesawat telepon pertama kali tuh Alexander Graham Bell. Dia lahir 3 Maret 1847 di Skotlandia. Dari kecil dia emang udah tertarik dengan yang namanya bunyi, karena ternyata dia sering membantu orang tunarungu untuk belajar berbicara. Terus tahun 1865, Graham bel mulai tertarik dengan percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring, kemudian dari tahun 1873 sampai 1976 mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph. Akhirnya bersama Thomas Watson, ia berhasil menciptakan sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet pada tanggal 14 Februari 1876 dan mematenkannya walaupun oleh Kantor Paten Amerika penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.

Tapi, mengutip sebuah kata-kata iklan permen, Nga Semua Yang Loe Denger Itu Bener. Ternyata sejak 11 Juni 2002, oleh kongres Amerika Serikat, udah ditetepin kalau pemegang hak paten telepon itu Antonio Meucci. Lho, kok bisa? Jadi sekali lagi, ternyata di Skotlandia bawahan dikit, tepatnya di Itali, si Antonio Meucci udah menciptakan telepon sejak tahun 1849. Tahun 1950 dia pergi ke New York, tapi jatuh miskin. Tahun 1971, karena enggak punya cukup uang untuk mengurus biaya paten, Meucci mematenkan sementara teleponnya itu yang berlaku untuk selang waktu 1 tahun dan harus terus diperbaharui. Pada tahun berikutnya, ia mencoba untuk mempresentasikan teleponnya pada salah satu perusahaan telegraf terbesar, Western Union, namun ketika ingin bertemu dengan wakil ketuanya, Edward B. Grant, selalu dipersulit. Anehnya 2 tahun kemudian ketika dia ingin mengambil semua berkas mengenai teleponnya itu, pihak Wetern Union mengatakan bahwa berkas-berkas tersebut telah hilang.

Kemudian ia sangat kaget ketika pada tahun 1876, Alexander Graham Bell mematenkan penemuan telepon. Ia segera menyewa pengacara untuk memprotes Kantor Paten Amerika Serikat tetapi kalah di pengadilan. Baru ketika kemudian terjadi perselisihan antara Wetern Union dan Graham Bell, terungkap bahwa sebelumnya Graham Bell menyetujui untuk membayar 20% keuntungan komersiil dari "penemuannya" pada Western Union selama 17 tahun. Dari dasar inilah yang membuat Antonio Meucci ditetapkan sebagai pemegang paten untuk electric speaking telephone.

Sebagai info tambahan, pada telepon listrik Graham Bell, alat untuk mendengar dan berbicara berada pada satu corong. Ini menyebabkan suara yang dihantarkan terdengar kurang jelas. Hal ini yang bikin Thomas Alva Edison pada tahun 1877-1878 berinisiatif untuk menyempurnakan penemuan Graham Bell tersebut dengan memisahkan kedua alat tersebut dan terciptalah telepon karbon. Kualitas suara dari telepon ini jauh berada di atas milik Graham bell, dan telepon inilah yang mendasari telepon pada masa sekarang.

Telepon jaman dahulu